Artikel / Kesehatan Tanaman

Tanda-Tanda Tanaman Kekurangan Nutrisi dan Solusinya

17 Agustus 2026 · Tim Teknis PT Tri Tunggal Cahaya Indonesia

Tanda-Tanda Tanaman Kekurangan Nutrisi dan Solusinya

Ketika hara tidak tersedia dalam jumlah cukup, tanaman menunjukkan gejala visual yang khas. Gejala tersebut dapat menjadi petunjuk awal, tetapi harus ditafsirkan hati-hati karena kekeringan, penyakit, hama, dan kerusakan akar dapat menghasilkan gejala yang mirip (Marschner, 2012).

Kunci diagnosis: lokasi gejala

Hara dibedakan menurut kemudahan berpindah di dalam tanaman. Unsur yang mobil, seperti N, P, K, dan Mg, dapat dipindahkan dari daun tua ke jaringan muda saat pasokan kurang, sehingga gejala defisiensinya tampak lebih dahulu pada daun tua. Unsur yang kurang mobil, seperti Ca, B, dan Fe, tidak mudah dipindahkan, sehingga gejalanya muncul pada daun muda atau titik tumbuh (Marschner, 2012).

Gejala pada daun tua

  • Nitrogen (N): daun menguning secara merata, pertumbuhan lambat, dan anakan atau cabang berkurang.
  • Fosfor (P): tanaman kerdil, daun hijau gelap dan sering berwarna keunguan, pembungaan tertunda.
  • Kalium (K): klorosis kemudian nekrosis (mengering) pada tepi dan ujung daun, batang lemah dan mudah rebah.
  • Magnesium (Mg): menguning di antara tulang daun sementara tulang daun tetap hijau.

Gejala pada daun muda dan titik tumbuh

  • Kalsium (Ca): ujung tumbuh terganggu, daun muda keriting atau cacat, pada buah dapat muncul busuk ujung.
  • Besi (Fe): daun muda menguning di antara tulang daun, sering terjadi pada tanah dengan pH tinggi.
  • Belerang (S): daun muda menguning merata, mirip kekurangan N tetapi muncul pada daun yang lebih muda.
  • Boron (B): titik tumbuh mati, daun menebal dan rapuh, batang atau buah pecah.
  • Seng (Zn): ruas memendek dan daun muda mengecil serta menguning.

Langkah diagnosis yang benar

1. Periksa pola gejala: apakah pada daun tua atau muda, merata di hamparan atau hanya sebagian lahan. 2. Singkirkan penyebab lain, misalnya genangan, kekeringan, hama, dan penyakit akar. 3. Lakukan uji tanah, dan bila perlu analisis jaringan daun untuk memastikan status hara. 4. Periksa pH tanah. Banyak defisiensi sebenarnya disebabkan pH yang tidak sesuai, bukan kurangnya hara di tanah (Havlin et al., 2014).

Solusi

  • Koreksi pH dengan pengapuran pada tanah masam, atau bahan pembenah yang sesuai pada tanah basa.
  • Berikan pupuk yang mengandung unsur yang kurang, sesuai dosis rekomendasi. Jangan menambah N secara berlebihan sebagai jawaban atas semua gejala menguning.
  • Untuk unsur mikro yang cepat dibutuhkan, penyemprotan lewat daun dapat menjadi solusi sementara, sedangkan perbaikan jangka panjang tetap melalui tanah.
  • Perbaiki drainase dan tambahkan bahan organik agar akar berfungsi optimal.

Kesimpulan

Gejala pada daun adalah petunjuk, bukan diagnosis akhir. Kombinasi pengamatan lokasi gejala, uji tanah atau jaringan, dan pengecekan pH memberikan diagnosis yang lebih akurat sehingga koreksi tepat sasaran dan hemat biaya.

Catatan: artikel ini memuat prinsip umum. Dosis dan jadwal yang tepat bergantung pada jenis tanaman, hasil uji tanah, dan rekomendasi penyuluh pertanian setempat.

Daftar Pustaka

  • Marschner, P. (Ed.) (2012). Marschner's Mineral Nutrition of Higher Plants (3rd ed.). Academic Press.
  • Havlin, J.L., Tisdale, S.L., Nelson, W.L., & Beaton, J.D. (2014). Soil Fertility and Fertilizers: An Introduction to Nutrient Management (8th ed.). Pearson.
  • Fageria, N.K., Baligar, V.C., & Jones, C.A. (2011). Growth and Mineral Nutrition of Field Crops (3rd ed.). CRC Press.